Tampilkan postingan dengan label Precious moment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Precious moment. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 November 2014

One Day One Trip -Dieng Plateau-



10 November 2012, itu berarti 2 tahun yang lalu lebih 7 hari^-^, adalah pertama kali saya dan suami melakukan perjalanan wisata keluar Jogja, berdua. Bisa dibilang kami pengantin baru yang sedang semangat-semangatnya pacaran hehehe. Kemana-mana inginnya berdua saja, bila digambarkan dimana kami berdua sedang berada selalu ada bunga-bunga dan gambar hati berwarna pink beterbangan disekeliling kami *agak lebay*. Yah, pokoknya kami sedang ingin menikmati waktu khusus untuk berdua, seperti perjalanan ke Dieng waktu itu. Kok baru sekarang diposting? Karena eh karena waktu itu kalau tak salah ingat saya terjangkit penyakit tarsok alias entar besok, yang mengakibatkan terbengkalainya blog ini, dan itu sering ya.. ^_^ Foto-foto perjalanan ke Dieng sebenarnya sudah diupload di facebook tapi rasanya kurang mantap kalau tidak didokumentasikan disini. 
Rencana awal sebenarnya ingin menginap barang semalam di Dieng, supaya bisa berlama-lama menikmati udara sejuk di dataran tinggi ini. Namun ternyata jarak antara satu obyek wisata dengan obyek lainnya cukup dekat, sehingga dalam waktu sekitar 3 jam saya dan suami sudah cukup puas bisa mengunjungi Telaga Warna dan Candi Arjuna. Kami melewatkan obyek Dieng Plateau Theater dan Kawah Sikidang karena waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore dan  rintik-rintik hujan sudah mulai turun. Jadi kami putuskan untuk mengakhiri kunjungan dan bertolak kembali ke Prambanan. Perjalanan Prambanan-Dieng dapat ditempuh dengan mobil dalam waktu kurang lebih 5 jam dengan kecepatan sedang, tidak ngebut tidak pula lambat. Tetapi perjalanan pulang menjadi lebih lama karena mampir ke toko oleh-oleh di Wonosobo untuk membeli manisan buah Carica yang katanya buah tangan khas sana, dan  berhenti sejenak di warung makan untuk istirahat dan mengisi perut yang mulai keroncongan. Kalau diajak kesana lagi saya insyaallah tidak akan menolak ^-^     

berhenti sejenak di semacam gardu pandang
Telaga Warna
mengintip telaga dari balik pepohonan


rerumputan di kawasan Telaga Warna
foto pasca-wedding ^_^

komplek Candi Hindu Arjuna
masih di kawasan Candi Arjuna, terlihat seorang nenek yang masih kuat menggendong kayu
sesekali perhatikan juga bunga-bunga di sekitar kita, cantik loh...

Sabtu, 13 April 2013

Berhari-sabtu ke Malioboro

Sabtu ini kulewati bersama suami tercinta dengan berjalan-jalan ke Malioboro.. ^o^ Hal yang membuat perjalanan jarak dekat ini terasa berbeda adalah kami memilih bus Transjogja sebagai alat transportasi Prambanan-Malioboro dengan ongkos 3,000 rupiah per orang sekali jalan. Lama perjalanan kurang lebih sama seperti kalau ditempuh dengan motor, 40 menit, terus kenapa naik bus??? hehee..ingin seru-seruan ajaaa.. ^,^
Nah..berhubung aku sedang membutuhkan tambahan bahan-bahan untuk berkarya, trip singkat ini juga kumanfaatkan untuk berbelanja bahan. Dari shelter bus di prambanan sampai di malioboro tidak perlu berganti bus, jadi kami duduk manis dengan nyaman di kursi belakang sambil sesekali mengobrol, selebihnya menikmati pemandangan diluar dan memperhatikan orang-orang yg naik turun bis :)
Kami turun di shelter dekat hotel Mutiara di Malioboro karena toko Liman berada tidak jauh dari situ. Setelah membeli bahan di toko langgananku itu, kami menuju pasar Bringharjo untuk hunting batik...beberapa kios batik memang memasang harga pas, tapi lebih banyak yang bisa ditawar, dan jujur saja aku kurang bisa tega dalam hal tawar-menawar. Berhubung sudah sering belanja bahan batik jarik, ya lumayan ngeh kisaran harganya dan dari kisaran harga itu aku beranikan diri untuk lebih sering menawar ^-^

Selesai belanja, kami tutup jalan-jalan ini dengan berkunjung ke museum benteng Vredeburg yg terletak di selatan pasar Bringharjo.Tiket masuknya murah loh.. hanya Rp 2,000/orang. Selain melihat-lihat diorama sejarah perjuangan DIY melawan Belanda dan Jepang, kami sempatkan pula ber-narsis-ria. ^_^ Mungkin lain kali kami akan mencoba berkunjung lagi ke Vredeburg di sore hari. Pasti suasananya akan terasa berbeda..hmmm..kapan yaa? :-)

karcis masuk
Pintu masuk benteng Vredeburg
lorong di dalam ruang diorama
Tamannya luas,,pengunjung bisa menyewa sepeda gandeng
untuk mengelilingi benteng
pedang panjang kalau tidak salah peninggalan Jepang
jeprat-jepret
duduk sejenak....

Senin, 08 Oktober 2012

Paris(Parangtritis) I'm in Love....^^

Ini adalah masa cuti kedua suamiku semenjak kami menikah 4 bulan yang lalu. Pekerjaannyalah yang membuat dia tidak bisa setiap hari berada di rumah bersama keluarga barunya ini. Tentang pernikahanku, mungkin akan menjadi cerita berikutnya...^-^
Cuti kali ini aku dan suami ingin memanfaatkan waktu dengan jalan-jalan...wisata kuliner...dan tentu saja menikmati setiap aktifitas di rumah bersama. Kemarin, kami menyempatkan untuk mengunjungi salah satu pantai yang lumayan terkenal di Yogyakarta, pantai Parangtritis atau biasa disingkat dengan Paris. Tidak mau berpanas-ria di pantai, kami sengaja berangkat jam 2 siang dari rumah kami di Prambanan. Perjalanan sampai ke Paris sebenarnya cuma sekitar 1jam 30menit, tapi kami singgah sebentar di warung Soto Kalkun & Sego Wiwitan Pak Kenthus untuk makan siang. Saat itu serasa makan di warung yang mejanya sudah kami booking semua alias tidak ada orang selain aku, suamiku, mbak penjual dan seseorang di dapur..~,^ padahal harga seporsi soto yang ditawarkan di sana standar loh., hanya Rp 7,500. Rasa sotonya relatif-lah ;) selain soto aku juga nyicip rica-rica kalkun yang sengaja kami bungkus untuk lauk makan malam.
Seandainya sedang lewat di Jl.Parangtritis dan tertarik mencoba daging kalkun yang katanya  rendah kolesterol coba saja mampir, dari arah jogja, Jl. Parangtritis Km 11,5 ada perempatan Manding, belok ke kanan(barat) yang ada gapura Manding, ikuti terus jalan utama sampai perempatan, belok kiri(selatan), nah..warungnya masuk gang di kiri jalan.


Selesai santap siang (menjelang sore), kami melanjutkan perjalanan dan tiba di Paris Kurang lebih jam 4 sore. Biaya retribusinya Rp 5,000/orang, belum termasuk parkir loh.. Waktu itu biaya parkir kena Rp 10,000!! Dari gerbang retribusi sampai tempat parkir yang paling ujung  masih menempuh jarak kurang lebih 4 km. Seingatku, belum pernah kepantai di waktu sore seperti ini. Pemandangan laut ditambah dengan langit senja ternyata sangat indah dan syahdu ^,^  very romantic...(apalagi berdua dengan suami..hahahaha) ehm, tidak ingin melewatkan momen-momen indah saat matahari mulai tenggelam, jari pun mulai asyik memencet tombol kamera saku. 

17:07 WIB, perlahan-lahan matahari mulai tenggelam tapi masih menyisakan warna biru di langit

17:09 WIB, pantai di sisi lainnya

17:15 WIB, warna oranye senja yang khas mulai menguasai langit

let me introduce him -suamiku-

Senin, 07 Desember 2009

My sister wedding day

Sudah berbulan-bulan enggak menyambangi blog yang bikin banyak peristiwa enggak sempat tertuang di sini. Mm..buat nyambung silaturahim lagi dengan si blog ^,^kali ini aku mulai dengan pernikahan adik pertamaku yang diadakan hari Sabtu tanggal 5 Desember 2009.
Atas permintaan kedua mempelai konsep acara baik saat akad dan pesta syukuran dibuat simpel dan sederhana. Mama Papa juga enggak mau repot dengan memberi "tonjokan" pada warga kampung (tonjokan= biasanya besek berisi makanan seperti nasi, ayam, roti, buah dll, yang dibagikan oleh orang yang mengadakan acara pada warga kampung).

Sabtu pagi, kami sekeluarga mulai bersiap-siap untuk akad nikah di Masjid Raya Al Muttaqun, Prambanan. Akad nikahnya sendiri dimulai pukul 09.00 WIB. Saat acara aku agak kaget mendengar namaku disebut-sebut bapak MC, habis pakai bahasa Jawa, aku pikir disuruh ngomong atau kasih sambutan gitu..ohh ternyata adikku disuruh minta restu kepadaku.. karena istilahnya dilangkahi sama adik. Jujur saja aku tidak menganut tradisi langkah-malangkahi itu. Kalau udah ketemu jodohnya kenapa harus nunggu lama-lama. Aku sering dengar cerita temen, ada yang menunda pernikahan karena kakaknya enggak mau dilangkahi. oh my god..egois sekali kakak yang seperti itu>,< Harusnya ikut bahagia dong..

Setelah Akad nikah yang tanpa air mata tapi khidmat selesai, kami semua kembali ke rumah untuk menerima seserahan dari keluarga pihak laki-laki dan makan bersama, lalu istirahat. Malamnya, diadakan syukuran di rumah kami yang diisi pengajian, dihadiri oleh keluarga, warga kampung dan teman-teman. Walau hujan, acara tetap berjalan relatif lancar dan hangat. Bu RT dan ibu-ibu tetangga juga ikut menyumbang lagu. hihihi..

Hari minggu-nya, aku bantu-bantu buka bungkusan kado yang berjibun karena para undangan sepertinya tahu kalau menyumbang amplopan tidak kami terima. Ya, adikku bersikeras tidak mau menerima sumbangan. Dan para tamu juga ada yang bersikeras memberi sumbangan dengan menyelipkan amplop di dalam kado. Weleh-weleh...Mama Papa dan mempelai sebenarnya hanya ingin para tamu undangan datang, mendoakan mereka dan menikmati acara.^_^ sekarang adikku sudah tinggal dengan suaminya. aku agak kehilangan juga, karena sejak kecil hidup bersama. Tapi memang sudah saatnya ya sist..

aku dan adikku yang dewasa

Doaku untukmu
..semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...